Pages

Tampilkan postingan dengan label Lintang Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lintang Religi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Januari 2015

MACAM-MACAM PUASA

Kita akan membicarakan tentang pembagian puasa dari segi halal dan haram. Hal itu karena puasa terkadang bisa wajib, terkadang sunnah, terkadang makruh dan terkadang haram. Pembahasan mengenai hal itu akan diberikan dalam beberapa permasalahan berikut ini:

1. Puasa Wajib
Puasa wajib adalah puasa Ramadhan, puasa qadha dari puasa Ramadhan, puasa nadzar, puasa fidyah dan kaffarat.

2. Puasa Sunnah
Puasa sunnah adalah puasa yang oleh nash-nash syar'i dianjurkan untuk dikerjakan, yaitu:
1. Puasa enam hari pada bulan Syawwal.
2. Puasa hari Arafah bagi orang yang tidak sedang menunaikan ibdah haji.
3. Puasa hari Asyura (puasa pada tanggal 10 Muharram) dengan satu hari sebelum atau sesudahnya.
4. Puasa hari-hari bidh (putih, yakni hari-hari di saat terjadi bulan purnama-ed), yaitu hari ke-13, 14 dan 15 pada setiap bulan Hijriyyah.
5. Puasa hari Senin dan Kamis.
6. Memperbanyak puasa pada bulan Syaban dan Muharram.
7. Puasa Nabi Dawud (sehari puasa, sehari tidak puasa).
8. Puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah.
9. Puasa bagi orang yang belum mampu menikah.

3. Puasa Makruh
Puasa makruh adalah puasa yang oleh nash-nash syar’i dilarang untuk dikerjakan, tetapi larangan tersebut tidak bersifat keras, karena tidak sampai pada tingkat pengharaman. Di antara hari-hari yang dimakruhkan untuk puasa adalah:
1. Puasa hari Arafah bagi orang yang menunaikan ibadah haji.
2. Puasa hari Jumat saja.
3. Puasa hari Sabtu saja.
4. Puasa hari terakhir dari bulan Syaban, kecuali jika bertepatan dengan puasa yang telah biasa dilakukan, seperti puasa hari Senin dan Kamis.
5. Puasa ad-Dahr. Ini diartikan bahwa harus berbuka pada hari-hari diharamkannya puasa, jika tidak berbuka pada hari-hari tersebut, maka diharamkan puasa ad-Dahr.

4. Puasa yang Diharamkan
Puasa yang diharamkan adalah puasa yang oleh nash-nash syar’i dilarang secara mutlak untuk dikerjakan, yaitu:
1. Puasa dua hari raya; Idul Fitri dan Idul Adhha.
2. Puasa pada hari-hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 dari bulan Dzul Hijjah.
3. Puasa pada saat haidh dan nifas bagi wanita.
4. Diharamkan bagi wanita melaksanakan puasa tathawwu (sunnah) jika suaminya melarang untuk mengerjakan puasa tersebut.
5. Puasanya orang sakit yang dapat membahayakan dirinya dan bahkan bisa mengakibatkan kematiannya.

Jumat, 19 Desember 2014

Tujuh Kunci Kebahagiaan dalam Hidup


Setiap orang yang ada di muka bumi tentu menginginkan hidup bahagia, namun terkadang orang-orang tidak mensyukuri kebahagiaan hidup yang ia dapatkan. Berikut tujuh kunci kebahagiaan hidup yang sesungguhnya menurut Saidina Ali Bin Abi Thalib:
1. Jangan membenci siapapun walau ada yang menyalahi hakmu
2. Jangan pernah bersedih secara berlebihan sekalipun masalah memuncak
3. Hiduplah dalam kesederhanaan sekalipun serba ada
4. Berbuatlah kebaikan sekalipun dalam musibah
5. Perbanyaklah memberi sekalipun kamu sedang susah
6. Tersenyumlah sekalipun hatimu sedang sedih
7. Janganlah memutus doa untuk saudara mukmin

Jumat, 05 Desember 2014

Hikmah Gerakan Sholat

1. Takbiratul Ihram
Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Manfaat Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan menambah kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah yang kaya oksigen menjadi lebih lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

2. Ruku’
Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Manfaat Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

3. I’tidal
Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga. Manfaat i’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar, terhindar dari gangguan penyakit disekitar perut.

4. Sujud
Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Manfaat, Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir dan kecerdasan seseorang, bisa memberikan ketenangan. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah
mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

5. Duduk
Duduk ada dua macam, yaitu: iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir) :
Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaatnya, saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

6. Salam
Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Manfaatnya untuk relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. 

Pada dasarnya, seluruh gerakan sholat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Jumat, 07 November 2014

TIPS AGAR TIDAK MALAS SALAT 5 WAKTU

Menurut KBBI salat adalah rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah SWT, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Salat adalah tiang agama, ketika seseorang malas mengerjakan salat makan robohlah tiangnya. Rasa malas sering datang ketika memasuki waktu salat, bagaimana cara mengatasinya? Berikut kami beri tips agar tidak malas salat:
1. Niat
Segala perbuatan tergantung pada niatnya. Niatkan pada diri kita untuk selalu salat  tepat di awal waktu. Bersungguh-sungguhlah melawan rasa malas itu jangan sampai rasa malas menguasai diri kita.
2. The power of habit (kekuatan kebiasaan)
Biasakanlah untuk salat lima waktu berjamaah dimasjid (bagi pria), walau pada awalnya terasa berat tapi jika dibiasakan akan terasa ringan, bahkan akan merasa rugi bila meninggalkannya.
3. Kontrol diri
 Jika rasa malas itu kembali menggerogoti kita, lawan saja. Ingat kewajiban sebagai orang muslim, ingatlah balasan/azab Allah terhadap orang-orang yang meninggalkan salat.
4. Jangan pernah ditunda
Jika adzan telah dikumandangkan segeralah untuk berwudhu. Apabila sedang melakukan aktivitas sepenting apapun, berhentilah sejenak. Ini mungkin yang sudah dilakukan, tapi menunda salat akan menimbulkan rasa malas nantinya.
5. Komitmen
Komitmen terhadap diri sendiri. Salat itu kewajiban, dan kewajiban itu harus dilaksanakan. Lakukan secara konsisten, sehingga salatpun berubah fungsi menjadi kebutuhan.

Rasa malas itu bisa datang kepada siapa saja tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. Yang terpenting adalah niat, usaha, kemauan, dan komitmen untuk melakukan salat lima waktu tepat waktu.

Jumat, 31 Oktober 2014

CARA BERBUAT BAIK ATAU BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Syekh Muhammad bin Zameel Zeeno menyebutkan cara berbakti kepada orang tua sebagai berikut:
1. Selalu berbicara sopan kepada kedua orang tua, jangan menghardiknya, karena berkata “AH” saja dilarang sampai mengomel atau bahkan memukul mereka berdua.
2. Selalu taat kepada keluarga, selama tidak untuk kemaksiatan kepada Allah SWT.
3. Selalu lemah lembut, jangan bermuka masam di hadapan mereka berdua.
4. Selalu menjaga nama baik, kehormatan, dan harta mereka berdua, dan tidak mengambil sesuatu tanpa izinnya.
5. Selalu melakukan hal-hal yang dapat meringankan tugas mereka berdua, meskipun tanpa perintahnya.
6. Selalu bermusyawarah dengan mereka dalam setiap masalah kita, dan minta maaf dengan baik jika kebetulan kita berbeda pendapat.
7. Selalu bersegera, jika mereka memanggil.
8. Selalu menghormati sanak kerabat dan kawan-kawan mereka.
9. Jangan membantah mereka dengan perkataan yang kasar, tetapi sopan dalam menjalankan masalah.
10. Selalu mendoakan mereka.